Gunung-Gunung yang Cocok Bagi Kamu Para Pendaki Pemula

Gunung-Gunung yang Cocok Bagi Kamu Para Pendaki Pemula
5 (100%) 1 vote

Menjadi pemula itu mau tidak mau harus rela menemui kesalahan yang merupakan risiko pasti akibat kebelumtahuan. Hal ini berlaku pada hal apa pun. Termasuk mendaki gunung. Namun bukan berarti, pemula harus melahap sekian banyak kesalahan terlebih dahulu agar bisa menjadi benar. Karena bila para pemula bersedia belajar, membaca dan berdiskusi, risiko-risiko berupa kesalahan bisa ditekan angkanya. Tentu, ini juga akan menghemat waktu, tenaga serta biaya.

Pada artikel ‘Indonesia Itu Indah’ beberapa pekan lalu dituliskan mengenai perlengkapan-perlengkapan apa saja yang paling sering dilupakan oleh pendaki pemula (Bagian I). Kami membuatnya sampai 2 bagian, karena memang banyak sekali barang-barang yang acapkali luput dari pandangan pendaki pemula, sehingga mau tak mau mereka harus memakan itu sebagai kesalahan, dan pembelajaran untuk hari esok.

Gagalnya penulis, harus rela ditolak banyak penerbit pada awal karirnya. Gagalnya Edison, saat tidak bisa menyalakan 999 lampu pijarnya. Meskipun alibi di Biografinya dia bilang:

“Saya tidak gagal, saya hanya menemukan 1000 cara yang tidak berhasil untuk menyalakan lampu pijar.”

— Thomas Alva Edison —

Tapi yang jelas, ‘Indonesia Itu Indah’ di sini bertugas untuk membantu kamu agar tak mengalami kesalahan serupa, seperti pendaki-pendaki pemula lainnya. Agar kamu tak begitu merasakan gagal. Atau setidaknya, meminimalisir. Ini dia 10 gunung yang patut dicoba bila kamu pendaki pemula.

1. Ke Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat kamu cuma perlu 4 jam saja untuk sampai puncak!

via: borukaro.com

via: borukaro.com

Ya, betul. Kamu hanya butuh 4 jam saja untuk sampai ke puncak, karena tingginya cuma 2.265 meter di atas permukaan laut. Selain itu, kamu juga akan disuguhi pemandangan kawah belerang; Kawah Baru, Kawah Manuk, Kawah Mas, Kawah Nangklak serta padang Edelweis bernama Tegal Alun di sepanjang perjalanan. Jadi, gunung ini layak dijadikan pilihan.

2. Mendaki ke Gunung Gede di Bogor, Jawa Barat. Gunung yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

via: marischkaprudence.blogspot.co.id

via: marischkaprudence.blogspot.co.id

Masih di Jawa Barat. Bila kamu ke Gunung Gede di Bogor, kamu akan disambut hamparan bunga Edelweis dalam jalur pendakiannya, sama seperti di Gunung Papandayan, Garut. Gunung ini cocok banget bagi pemula karena ketinggiannya hanya 2.958 meter di atas permukaan laut saja.

3. Gunung Pulosari di Pandeglang, Banten. Gunung dengan beragam pemandangan indah.

via: blog.misteraladin.com

via: blog.misteraladin.com

Setelah dari Garut dan Bogor, kita ke Provinsi Banten. Tepatnya di Gunung Pulosari yang ada di Pandeglang. Selama perjalanan, kamu akan disambut dengan pemandangan beragam, mulai dari Kawah Ratu, Curug Putri dan vegetasi yang cantik. Untuk menuju ke sini, hanya diperlukan waktu sekitar 3 jam saja, lebih cepat daripada dua gunung di atas pada artikel ini, karena memang tingginya pun hanya 1.346 meter di atas permukaan laut.

4. Bagi kamu pemburu sunrise, mendaki ke Gunung Prau di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah saja!

via: beritakanharini.blogspot.com

via: beritakanharini.blogspot.com

Setelah ke Pandeglang di Banten, sekarang kita menuju ke Jawa Tengah. Bagi kamu pendaki pemula yang rupanya juga suka berburu sunrise, maka mendaki Gunung Prau di Desa Patak Banteng daerah Dataran Tinggi Dieng adalah pilihan yang tepat. Gunung dengan ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut ini menawarkan berbagai pemandangan menarik, salah satunya “golden sunrise” yang tentunya bisa kamu nikmati pada pagi hari. Karena kalau menikmatinya sore hari, itu namanya sunset. Kalau kamu pemburu sunset, ‘Indonesia Itu Indah’ sudah membahasnya di sini.

5. Gunung Andong di Magelang, Jawa Tengah. Gunung dengan jalur pendakian yang santai.

via: ceritajalan77.blogspot.co.id

via: ceritajalan77.blogspot.co.id

Masih di Jawa Tengah? Mari kita menuju ke Magelang. Tepatnya di Gunung Andong. Gunung dengan ketinggian 1.762 meter di atas permukaan laut ini memiliki jalur pendakian santai yang dilengkapi dengan papan penunjuk jalan di setiap tempat. Jadi sebetulnya, kamu pun bisa mendaki sendirian ke sini dan merasakan pemandangan matahari terbit yang menakjubkan.

6. Gunung Nglanggeran di Gunungkidul, Yogyakarta. Gunung yang disebut-sebut sebagai gunung api purba.

via: yeyevillosa.blogspot.com

via: yeyevillosa.blogspot.com

Setelah dari Magelang, selanjutnya kita ke tetangganya Magelang. Kalau kita bicara ke arah timur, berarti tetangga yang dimaksud adalah Jogja. Kalau Gunung Andong tadi memiliki ketinggian 1.762 meter di atas permukaan laut, maka Gunung Nglanggeran yang di Jogja disebut sebagai gunung api purba ini memiliki tinggi hanya 700 meter di atas permukaan laut. Sudah pasti jarak tempuhnya lebih cepat menuju ke Gunung Nglanggeran di Gunungkidul ini dong. Selain cepat, sepanjang jalur naik juga sudah disiapkan tangga alami dan tali-talian yang bisa mempermudah pendakian. Jalur pendakiannya pun lumayan landai dengan dihiasi batu-batuan. Kurang enak apa coba untuk para pemula?

7. Mendaki ke Gunung Penanggungan di Mojokerto di Jawa Timur sembari belajar sejarah dengan menelusuri candi-candi kuno di sepanjang perjalanan.

via: flickr.com

via: flickr.com

Setelah dari Jogja, mari kita menuju ke Mojokerto, Jawa Timur. Di sini ada gunung yang sering-sering disebut sebagai miniatur Gunung Semeru. Namanya Gunung Penanggungan. Yakni gunung dengan jalur yang tergolong santai yang memiliki ketinggian 1.653 meter di atas permukaan laut.

Seperti kata pepatah ‘ sambil menyelam minum air’ di sini pun kamu bisa melakukannya, yaitu dengan mendaki Gunung Penanggungan melalui Jolotundo. Kalau lewat sini, kamu bisa sekalian belajar sejarah dengan menelusuri candi-candi kuno di sepanjang perjalanan.

8. Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur dengan pemandangan api biru di dunia.

via: diatasku.blogspot.co.id

via: diatasku.blogspot.co.id

Masih di Jawa Timur? Mari kita lihat pemandangan api biru di dunia yang di dunia ini hanya ada 2 tempat saja, salah satunya ada di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Selama mendaki gunung dengan tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut ini, kamu akan banyak menjumpai penambang belerang di sepanjang perjalanan.

9. Mendaki ke Gunung Batur di Kintamani di Bali, kamu juga bisa menyaksikan matahari terbit dengan kaldera yang terpusat di Danau Batur.

via: mobildanmotorbekas.blogspot.co.id

via: mobildanmotorbekas.blogspot.co.id

Selesai di Jawa Timur, kita ke daerah tetangganya. Bali, atau tepatnya ke Gunung Batur di Kintamani. Gunung ini memiliki ketinggian 1.717 meter di atas permukaan laut. Untuk mencapai ke sini, kamu cuma perlu waktu sekitar 3 jam saja. Kamu akan dimanjakan dengan berjuta keindahan tatkala menyaksikan matahari terbit dengan kaldera yang terpusat di Danau Batur.

10. Gunung Kelimutu di Ende, Nusa Tenggara Timur yang cukup kamu tempuh hanya setengah jam saja!

via: curutadventure.blogspot.co.id

via: curutadventure.blogspot.co.id

Ke Bali sudah, mari kita ke tempat rekomendasi terakhir dari artikel ini: Gunung Kelimutu yang terletak di Taman Nasional Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai puncak, kamu hanya butuh waktu setengah jam saja. Di sini, kamu akan disuguhi dengan danau tiga warnanya yang akan membuatmu terperangah!

Bagaimana, siap menjajal diri ke 10 Gunung di atas? Sebagai pendaki pemula, semua gunung di atas ialah gunung yang paling cocok untuk didaki. Sebelum mendaki, ada baiknya kamu membaca artikel tentang ‘Perlengkapan-Perlengkapan yang Sering Dilupakan Oleh Para Pendaki Pemula (Bagian II)’ agar kamu tidak melupakan beberapa hal dan harus menanggung repot di sepanjang perjalanan. Selamat mencoba!

Add Comment