10 Museum Menarik yang Asyik Dikunjungi Ketika Akhir Pekan

10 Museum Menarik yang Asyik Dikunjungi Ketika Akhir Pekan
4.5 (90%) 6 votes

Weekdays adalah hari-hari dimana seharusnya waktu pada hari tersebut dipakai untuk mencapai produktivitas. Baik itu untuk berangkat bekerja maupun mencari ilmu. Maka, seyogiyanya kalau waktu tersebut dipakai habis-habisan untuk meraih target harian. Sementara weekend ialah saat yang tepat untuk balas dendam setelah 5 hari atau 6 hari capek. Balas dendam di sini tentu lebih positif loh ya. Entah itu mencoba hal-hal baru, berkumpul bersama keluarga, mengunjungi rumah saudara, atau mengunjungi berbagai tempat menarik, dan banyak lagi.

Melalui artikel ini ‘Indonesia Itu Indah’ ingin merekomendasikan museum-museum terbaik di Indonesia yang diharapkan bisa mengisi akhir pekan kamu hingga menjadi hari libur yang mengasyikkan. Ada 11 tempat yang direkomendasikan. Mana sajakah museum-musem tersebut? Ini dia…

1. Museum Tsunami Aceh – Banda Aceh

via: bandaacehkotamadani.wordpress.com

via: bandaacehkotamadani.wordpress.com

Museum Tsunami Aceh adalah sebuah museum di Banda Aceh yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004. Dinding museum dihiasi dengan gambar orang-orang menari Saman, yang bila diterjemahkan, memiliki makna simbolis terhadap kekuatan, disiplin, dan kepercayaan religius suku Aceh. Museum ini merupakan sebuah struktur empat lantai dengan luas 2.500 m² yang dinding lengkungnya ditutupi relief geometris. Lantai dasarnya dirancang mirip rumah panggung tradisional Aceh yang selamat dari terjangan tsunami. Sementara dari atas, atapnya membentuk gelombang laut.

Museum Tsunami Aceh ini juga merupakan pusat pendidikan dan tempat perlindungan darurat apabila kembali terjadi tsunami. Ya, sebagai sarana antisipasi jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Apabila kamu masuk melalui lorong sempit dan gelap di antara dua dinding air yang tinggi, kamu akan merasakan kembali suasana dan kepanikan saat tsunami terjadi pada 2004 silam. Ridwan Kamil mendesain bangunan ini dengan kelengkapan ruangan yang ditujukan kepada korban tsunami, yakni dengan memajang nama mereka di seluruh dinding.

2. Museum Fatahillah – Jakarta

via: romanceofthegrandtour.com

via: romanceofthegrandtour.com

Nama resmi dari museum ini sebetulnya ialah Museum Sejarah Jakarta. Namun karena museum ini terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat, kemudian pada tanggal 30 Maret 1974, gedung yang semula bernama Museum Sejarah Jakarta ini berubah nama dan diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

Museum Fatahillah yang menyerupai Istana Dam di Amsterdam ini dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Saat masuk ke dalam, kamu akan melihat adanya bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Gedung yang memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi ini dahulu merupakan Balai Kota Batavia VOC (bahasa Belanda: Stadhuis van Batavia). Kini, gedung ini menjelma menjadi museum yang berisikan benda-benda peninggalan zaman Belanda yang di dalamnya berisikan 23.500 benda bersejarah, baik dalam bentuk asli maupun replika.

3. Museum Nasional Republik Indonesia – Jakarta

via: nowjakarta.co.id

via: nowjakarta.co.id

Museum Nasional Indonesia lahir tanggal 24 April 1778 dan berdiri di atas tanah Jalan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat. Sejak tanggal 28 Mei 1979 kemudian memiliki nama resmi: Museum Nasional Republik Indonesia. Meskipun itu nama resminya, namun orang-orang masih banyak yang menyebutnya Museum Gajah, karena memang pada tahun 1871 Raja Chulalongkorn dari Thailand pernah memberi hadiah berupa patung gajah berbahan perunggu yang kemudian dipasang di halaman depan museum.

Gedung Museum Nasional Republik Indonesia ini dibuka untuk umum pada tahun 1868 dan merupakan museum terbesar di Indonesia. Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 17 September 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelola menyerahkan museum tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia. Kemudian pengelolaan museum pun dipegang oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Museum bergaya Eropa ini menyimpan sekitar 141.000 benda-benda sejarah dan prasejarah dari berbagai periode. Lalu sejak tahun 2005, Museum Nasional Republik Indonesia ini berada di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, sehubungan dengan dipindahnya Direktorat Jenderal Kebudayaan ke lingkungan kementerian tersebut.

4. Museum Geologi – Bandung

via: kamilazizar.wordpress.com

via: kamilazizar.wordpress.com

Akhir pekan juga cocok banget untuk kamu pakai dengan mengunjungi Museum Geologi yang didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 di Bandung ini. Sebuah museum yang berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. Museum ini telah direnovasi menggunakan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000.

5. Museum Rekor Indonesia – Semarang

via: www.tribunnews.com

via: www.tribunnews.com

Museum Rekor-Dunia Indonesia atau MURI (dahulu Museum Rekor Indonesia) didirikan pada tanggal 27 Januari 1990 yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2541 (saat itu belum merupakan hari libur nasional) oleh Jaya Suprana, bersama dengan PT Jamu Jago. Kemudian pada peresmian galeri Muri di kawasan wisata candi Borobudur (14 Agustus 2005), dilakukan perubahan kepanjangan MURI yang semula Museum Rekor Indonesia menjadi Museum Rekor Dunia Indonesia.

Museum ini merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bertugas menghimpun data dan menganugerahkan penghargaan terhadap prestasi superlatif karsa dan karya bangsa Indonesia, serta sudah mencatat 2.666 rekor hingga tanggal 5 Agustus 2016. Semakin tahun, tentu jumlahnya jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. Sejak diresmikan tahun 1990, antusias orang Indonesia untuk memecahkan rekor semakin meningkat baik dalam skala nasional maupun internasional.

6. Museum Anak Kolong Tangga – Yogyakarta

via: jejak-bocahilang.com

via: jejak-bocahilang.com

Setelah dari Semarang, mari menghabiskan akhir pekan di Yogyakarta. Tepatnya di gedung Taman Budaya Yogyakarta lantai dua, di Jalan Sriwedani no. 1, Yogyakarta. Kalau masih ada yang bingung, tempatnya berada satu kompleks dengan Taman Budaya Yogyakarta di belakang Taman Pintar (dahulu shopping center) kok. Museum Anak Kolong Tangga yang dibangun pada tanggal 2 Februari 2008 oleh Rudi Corens ini merupakan museum mainan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Rudi Corens yang merupakan seorang seniman berkebangsaan Belgia tersebut, dibantu oleh teman-temannya untuk membangun Museum Anak Kolong Tangga. Mereka adalah Diyan Anggraeni (Dinas Kebudayaan) dan Anggi Minarni (Karta Pustaka).

Lebih dari 16.000 koleksi mulai dari mainan, buku cerita, gambaran baik dari dalam negeri dan juga berbagai negara lainnya, ada di Museum Anak Kolong Tangga ini. Gagasan ini berangkat dari kekhawatiran Rudi Corens terhadap anak-anak dan remaja yang cenderung melupakan budaya dan tradisi mereka sendiri di era globalisasi ini. Kalau kamu ingin bernostalgia dengan masa kecilmu, atau setidaknya menyelamatkan generasi penerusmu dari ancaman televisi atau gadget elektronik, maka jangan lewatkan pengalaman untuk menikmati akhir pekan dengan mengunjungi museum yang satu ini!

7. Museum Ullen Sentalu – Yogyakarta

via: jpswisata.com

via: jpswisata.com

Museum Ullen Sentalu didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta. Letaknya berada di daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman. Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.

Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan. Museum Ullen Sentalu adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman). Di sini dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Kemudian ada berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Selain itu, museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.

8. Museum Angkut – Batu

via: villahotelbatu.com

via: villahotelbatu.com

Tidak hanya di Indonesia, Museum Angkut juga dikenal dengan koleksi transportasinya di dunia. Berbagai macam jenis transportasi bisa kamu temui di sini, mulai dari sepeda, mobil, kapal hingga pesawat. Perlu kamu tahu bahwa Museum Angkut ini merupakan museum transportasi pertama dan terbesar di seluruh Asia Tenggara. Bangga dong harusnya kita. Kalau pengen yang rame, datanglah ketika weekend. Kalau pengen yang agak sepi, datanglah saat weekdays. Jam-jam kerja gitu. Biar ketahuan kalau pengangguran. Haaha.

9. Museum Blanco Renaissance – Ubud

via: find-travel.jp

via: find-travel.jp

Bali adalah daerah yang kental akan karya seninya. Salah satunya oleh seniman keturunan Spanyol bernama Antonio Blanco yang membangun Museum Blanco Renaissance. Demi mendalami pengetahuannya mengenai kesenian, Antonio telah berkeliling dunia, sampai pada akhirnya dia berhenti di Bali pada tahun 1952. Di dalam museum ini, terdapat berbagai macam karya lukisan yang pernah Antonio buat sebelum meninggal dunia pada 1999. Ke sanalah, dijamin kamu tak akan menyesal.

10. Museum Siwalima – Ambon

via: 1hal.com

via: 1hal.com

Museum ini sungguh sangat eksotis, apalagi dengan letaknya yang di Teluk Ambon. Asal-usul Siwalima berasal dari kata ‘siwa’ diambil dari kata Ulisiwa yang artinya sembilan dan ‘lima’ diambil dari Patalima yang artinya lima. Museum ini menyimpan ribuan koleksi mengenai kelautan, geologi, biologika dan banyak lainnya dari Maluku. Kalau kamu ke sini ngajakin keponakan kayaknya malah lebih cocok, atau anak-anak, mungkin. Atau masih jomblo? Ya cari pasangan dulu aja berarti.

Nah, dari 10 tempat di atas, kamu paling ingin datang ke tempat yang nomer berapa?

Add Comment