Belajar Sejarah Dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Wisata Bersejarah di Bogor

Belajar Sejarah Dengan Mengunjungi Tempat-Tempat Wisata Bersejarah di Bogor
Rate this post

Bogor dikenal dengan nama ‘Buitenzorg’ yang berarti ‘tanpa kecemasan’ atau ‘aman tenteram’, dan Bogor terletak 59 kilometer sebelah selatan Jakarta. Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memang memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Pada tahun 2014 lalu, Bogor terhitung memiliki jumlah penduduk 1.030.720 jiwa, dengan luas daerah dahulu 21,56 km² dan kini telah berkembang menjadi 118,50 km². Tentu dengan wilayah seluas itu, Bogor juga kayak akan tempat-tempat wisata, terutama, tempat-tempat wisata bersejarah. Mana sajakah tempat-tempat wisata bersejarah yang ada di Bogor? Ini dia di antaranya…

1. Kebun Raya Bogor & Istana Bogor, wisata dengan pemandangan hijau dan udara yang menyegarkan.

via: voxpopwave.com

via: voxpopwave.com

Tempat wisata di Bogor yang satu ini telah dikembangkan sejak zaman Kerajaan Sunda Kelapa, dan dianggap sebagai Kebun Botani paling tua di Asia. Awalnya, istana ini bernama Buitenzorg. Di sini ada banyak benda seni yang tersimpan di dalamnya, mulai dari lukisan (448 buah lukisan), patung (216 buah patung), keramik, dan lainnya.

Kebun Raya Bogor & Istana Bogor adalah tempat yang cocok bagi kamu penyuka pemandangan hijau dan udara menyegarkan. Kebun Raya Bogor & Istana Bogor juga merupakan pusat pendidikan dan lokasi observasi tanaman. Di sini ada lebih dari 15.000 jenis pohon dan tumbuhan. Lebih jauh, di kawasan Kebun Raya Bogor ini, kamu juga bisa mengenal dan menggali lebih banyak pengetahuan tentang kehidupan flora saat masuk ke Museum Zoologi. Kalau kamu menelusuri hingga ke area belakang kebun, di sana juga terdapat sebuah danau yang indah. Ditambah lagi, ada juga sebuah jembatan gantung yang cocok banget kalau dijadikan latar fotografi.

2. Belajar tentang pemanfaatan tumbuhan oleh berbagai suku bangsa di Museum Etnobotani.

via: www.kompasiana.com

via: www.kompasiana.com

Di Museum Etnobotani, banyak dijelaskan tentang aneka pemanfaatan tumbuhan oleh berbagai suku bangsa yang ada Indonesia. Salah satunya, pakaian suku pedalaman di Indonesia yang bahannya terbuat dari tumbuhan. Kalau kamu seorang pelajar, cocok banget berkunjung ke Museum Etnobotani untuk menggali lebih luas pengetahuan tentang Etnobotani.

Saat diresmikan tahun 1982 oleh Menristek BJ Habibie, koleksi yang dimiliki Museum Etnobotani sekitar 1700 benda dengan penomorannya masing-masing dan dipamerkan dalam ruang kaca. Dengan benda-benda itulah para peneliti menggunakannya sebagai sampel, untuk meneliti hubungan antara suku-suku asli suatu daerah di Nusantara dengan tumbuhan yang ada di sekitarnya.

3. Mempelajari sejarah militer Indonesia di Museum Pembela Tanah Air.

via: www.bogohkabogor.net

via: www.bogohkabogor.net

Mengapa diberi nama Museum Pembela Tanah Air?

Jadi begini ceritanya, di masa penjajahan, Jepang pernah mengeluarkan sebuah dekrit untuk membentuk Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (atau disingkat: PETA) dengan maksud untuk membantu Jepang dalam menghadapi serangan Sekutu. Kemudian, waktu terus berjalan, hingga pada akhirnya, korps tentara inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal ketentaraan Indonesia dalam meraih kemerdekaan Indonesia dan mempertahankannya. Maka tak heran kalau nama museum tersebut pun diambil dari nama nama PETA, sehingga menjadi: museum Pembela Tanah Air.

Di museum ini kamu akan mendapati banyak kisah perjuangan PETA menuju Indonesia merdeka. Adanya museum ini penting, karena dapat menumbuhkembangkan rasa nasionalisme yang kuat pada generasi penerus, di tengah gempuran arus zaman yang telah melunturkan rasa kebangsaan.

4. Menelusuri peninggalan Kerajaan Pajajaran dengan berwisata ke Prasasti Batu Tulis.

via: hiuair.blogspot.com

via: hiuair.blogspot.com

Prasasti Batu Tulis ini dibuat pada masa pemerintahan Surawisesa di tahun 1521–1535 dan merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran. Di batu ini, terdapat kalimat-kalimat yang ditulis dalam bahasa dan aksara Sunda Kuno. Surawisesa adalah salah satu putra Prabu Siliwangi. Tujuan utama prasasti ini dibuat adalah untuk mengenang kebesaran Prabu Siliwangi tatkala memimpin Kerajaan Pajajaran.

Di lokasi wisata Prasasti Batu Tulis ini, kamu juga bisa melihat Batu Tapak (bekas telapak kaki Prabu Surawisesa), batu bekas sandaran tahta bagi raja yang dilantik, batu lingga, meja batu bekas tempat sesajen pada setiap perayaan, dan lima buah tonggak batu yang merupakan punakawan (pengiring-penjaga-emban) dari batu lingga.

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat wisata bersejarah di Bogor? Ayo tunggu apalagi? Buruan!

Add Comment